Istilah belajar online, learn from home akhir-akhir ini sangat tren di kalangan masyarakat oleh sebab pandemi global COVID-19 yang menuntut seluruh masyarakat untuk melakukan social & physical distancing. Begitu juga dengan Diniyyah Al-Azhar Islamic Education Centre, salah satu sekolah terfavorit di Provinsi Jambi ini memanfaatkan aplikasi daring mulai dari WA, Google Classroom, Zoom dan lainnya. Lewat berbagai aplikasi tersebut tentunya menyesuaikan dengan model pembelajaran dan bahan ajar agar lebih tepat dalam penyampaiannya. Dengan aplikasi tersebut Murobbi dan Murobbiyah (Guru-guru) Diniyyah Al-Azhar dapat berinteraksi dengan siswa, baik yang melalui tatap muka, rekaman video, PowerPoint materi, diskusi grup, gambar maupun rekaman suara sehingga siswa tetap dapat merasakan suasana belajar layaknya di sekolah.

Bahkan ada beberapa guru yang mengembangkan metode pembelajaran kreatif dengan membuat materi bahan ajar dengan penyampaian melalui video. Murobbi-murobbiyah mengajar seakan-akan berada di depan siswa dan siswa dapat menyaksikan Murobbi menerangkan melalui konten video yang dibuat. Guru bisa menyapa, menanya, mengulang, memberi pertanyaan serta memerintahkan. Tentu siswapun termotivasi dan bersemangat dalam melakukan kegiatan belajar. Selain itu siswapun dapat mengulang video tersebut berulang-ulang jika ada hal-hal yang belum dipahami atau masih belum jelas. Dapat dipastikan tidak ada Murobbi yang langsung memberikan tugas menjawab soal-soal tanpa memastikan terlebih dahulu memahamkan siswa terhadap bahan ajar yang diberikan. Setelah itu barulah dilaksanakan evaluasi dalam bentuk pertanyaan dan tugas ringkasan ataupun proyek karya. Dari sinilah Wali Kelas dapat mengevaluasi sejauh mana keberhasilan dalam proses KBM. Tentunya bagi siswa yang belum begitu baik dalam memahami bahan ajar akan terus dioptimalkan dengan pilihan metode yang lainnya agar mendapatkan kemungkinan untuk dipahaminya. Setelah itulah barulah Wali Kelas keesokan harinya membuat report kepada Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum untuk direkap dan dievaluasi sebelum dilaporkan kepada Direktur Pendidikan.

Selain itu, dalam kegiatan pembiasaan ibadah dan pembinaan karakter siswa turut pula disertai dengan lembar mutaba’ah harian yang berkoordinasi dengan mitra dalam mendidik yaitu orangtua siswa agar dapat memantau dan membina langsung selama di rumah. Sebut saja berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan semua aktivitas, shalat dhuha, shalat fardhu, shalat tahajjud, membantu orangtua, merapihkan kamar dan lain sebagainya. Hal ini diharapkan agar semua tradisi yang telah tertanam pada diri siswa di sekolah tentunya tetap dapat terus menjadi sifat dan karakter yang terus dipertahankan dengan terus menjadi kebiasaan. Setiap hari orangtua mengevaluasi dengan memberikan check list pada setiap item kegiatan yang telah dilaksanakan. Setelah itu melaporkannya kepada Wali Kelas dan diteruskan ke Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Dibuatkannya jadwal kegiatan selama di rumah dan lembar mutaba’ah harian ini sesuai denga hasil riset yang ditulis dalam buku “Ritual & Tradition” oleh Jacky and Kimberly bahwa sangat penting bagi anak-anak sejak usia dini mengikuti jadwal yang terstruktur agar kelak ia dapat hidup teratur. Apalagi bagi murid Playgroup dan TK serta kelas 1-2-3 SDIT tentu disesuaikan dengan indikator keberhasilan pembelajaran sesuai usianya yang berdasarkan pada aspek kognitif, afektif, motorik dan psikomotoriknya.

Dalam bidang pembelajaran Tahfidzul Qur’an, siswa dapat menyetorkan hafalan qur’an mereka dengan cara merekam video lalu dikirimkan kepada wali kelasnya. Evaluasi disampaikan melalui WA jika ada kesalahan ayat, makhraj dan tajwid.

Ustdz H. Hafizh El – Yusufi ( Direktur Pendidikan YPPD ) yang bertanggung jawab terhadap mutu dan kualitas pembelajaran.

Model pembelajaran seperti ini digagas oleh Ustadz H. Hafizh El-Yusufi selaku Direktur Pendidikan YPPD yang bertanggungjawab terhadap mutu dan kualitas pembelajaran. Berbagai model pembelajaran yang dibuat oleh Murobbi-Murobbiah DIAZ ini tentu sangat menarik karena berbeda dengan yang lainnya, mereka buat sendiri dan mereka langsung yang mengajarkan.

Biasanya 1 video dibuat dengan memakan waktu 1-2 hari. Dengan proses editing yang sangat sederhana namun sangat memperhatikan substansi dan konten yang disampaikan. Dengan harapan target utama kepada siswa adalah: Fun, Easy Understanding, Ringkas, sistematik dan lengkap. Dengan belajar lewat media daring, siswa dapat mandiri dan tetap merasa dekat dengan gurunya seperti di sekolah. Mendidik anak agar mandiri dan merasa bersekolah adalah hal yang tidak boleh hilang pada diri siswa dan harus tetap dijaga. Tetap ada waktu-waktu belajar yang diperhatikan sekalipun di rumah.

Lewat aplikasi Google Classroom, para Murobbi-Murobbiah tetap dapat berinteraksi  dengan siswa lewat fitur yang disediakan yang diantaranya: fitur stream, classwork, pemberian tugas di assignment dan juga pemberian materi berupa video yang dibuat sendiri oleh guru yang mana guru hanya melampirkan link Youtube yang berisi video-video guru tersebut yang telah direkam dan diunggah sebelumnya.

Yang dilakukan di DIAZ sangat memliki kekhasan tersendiri dimana bukan hanya pembuatan bahan ajar secara kreatif namun juga turut memberi motivasi melalui pesan yang disampaikan lewat WA dari Murobbi-Murobbiah kepada siswa, membuat poster motivasi yang diunggah di media sosial DIAZ, status media sosial Murobbi-murobbiah serta video-video yang direkam. Hal ini dilakukan agar siswa dapat terus merasakan hubungan emosional serta ikatan hati yang terus terjalin. Dan diharapkan kelangsungan pembelajaran sejak sebelum diterapkannya belajar dari rumah dapat terus berkesinambungan dengan kondisi belajar dari rumah.

Berbagai metode diatas diharapkan dapat memudahkan para Murobbi-morobbiah memahamkan bahan ajar kepada peserta didik dan tentunya berdampak kepada target pencapaian pembelajaran yang tanpa harus membebani siswa seperti yang ditakuti dan dikhawatirkan oleh banyak siswa dan orangtua siswa.

Dengan belajar dari rumah, walaupun masih sangat terasa asing bagi sebagian siswa dikarenakan paradigma yang terlanjur melekat dalam pikiran mereka yaitu tempat belajar itu hanyalah sekolah, berseragam lengkap, ada teman dan guru serta meja dan kursi kelas. Sedangkan rumah yang mereka tahu selama ini adalah tempat istirahat, bermain, berkumpul bersama keluarga. Apalagi DIAZ yang notabene menerapkan sistem fullday school yang mana memiki prinsip belajar tuntas. Selama ini DIAZ tidak memperkenankan Murobbi-murobbiah untuk memberikan homework kepada siswa dengan alasan tentunya prinsip belajar tuntas dapat dijadikan pedoman guru yang dengan itu guru memastikan ketuntasan pembelajaran setiap harinya di sekolah. 1 jam terakhir yang menjadi apersepsi untuk memastikan pemahaman siswa terhadap pembelajaran. Agak susah memang, sebagian Murobbi-murobbiah sempat mendapatkan kendala. Apalagi diyakini tampaknya belajar dari rumah ini sepertinya akan lama dan DIAZ sangat memahami jika tidak mampu dikemas dengan apik akan memunculkan kebosanan, kejenuhan sehingga akan berdampak kurang baik bagi perkembangan belajar dan karakter siswa.

Namun kini saatnya kita memberikan pemahaman yang benar kepada seluruh siswa bahwasanya belajar itu tidak mesti di sekolah. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam memberikan tausiyah, menyampaikan ayat, menyampaikan hadits kepada para sahabat bahkan bisa dimanapun, termasuk kebun kurma. Dan yang terpenting, siapapun bisa kita jadikan guru, dalam artian siapapun dia yang bisa membuat kita menjadi tahu.

Di bulan Ramadhan yang tinggal 9 hari lagi, DIAZ telah menyiapkan kurikulum Pesantren Ramadhan yang berisikan materi-materi pembinaan keagamaan terkait penjelasan banyak hal dalam konteks agama tentang pembiasaan karakter dan pelaksanaan ibadah yang telah dibiasakan oleh siswa selama di sekolah. Terhitung selama 2 minggu sebelum tanggal ditetapkannya libur menyambut Idul Fitri. Dengan demikian pembelajaran daring akan berakhir pada tanggal 22 April 2020 sebelum dilanjutkan dengan Kurikulum Ramadhan seperti penjelasan diatas. Dan tanggal 8-20 Juni akan dilaksanakan Ujian Semester setelah libur Idul Fitri.

Tentu apa yang diusahakan oleh DIAZ merupakan upaya memprogramkan anak-anak untuk tetap menjalankan prinsip keteraturan  mulai dari bangun pagi hingga tidur malam sehingga sekaligus dapat menjadi panduan bagi orang tua. Berdasarkan program tersebut, orangtua akan mengetahui perkembangan anandanya dan segera belajar cepat untuk menjadi guru segala ilmu melalui berbagai aktivitas dan kreativitas yang dipandu oleh wali kelas sebagai partner dalam mendidik.

Kini, 4 minggu sudah siswa belajar dari rumah dan belum ada tanda-tanda akan diizinkan masuk sekolah kembali. Kondisi ini memberikan tantangan dan tuntutan kepada Murobbi-murobbiah untuk lebih interaktif, kreatif, dan inovatif dalam menyampaikan materi bahan ajar agar siswa dapat terus bersemangat dalam belajar dan tidak kehilangan haknya. Kolaborasi Guru yang cerdas dan orangtua yang cerdas akan menciptakan harmonisasi yang menghasilkan karya terbaik untuk dapat membantu menyelesaikan masalah, bukan justru sebaliknya yang hanya menambah masalah dengan saling menyalahkan apalagi lepas tanggung jawab. Apresiasi yang sangat besar terhadap seluruh Murobbi-murobbiah dan seluruh orangtua siswa DIAZ baik Bungo – Jambi dan Tebo. Perjuangan kita hanya Allah yang bisa dan akan membalasnya. Bagi orangtua siswa, tidak dapat kita pungkiri, memang inilah saatnya kita memainkan peran yang utama sebagai orangtua yaitu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Tetap semangat, tetap sehat dan tetap istiqomah mengajar. Selamat berjuang, dan saya tutup dengan penggalan ayat yang berbunyi, Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar (Al-Baqoroh: 153).

singlepost-ic By admin Category: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *