Ratusan wali santri Mts/MA Pondok Pesantren Diniyyah Al Azhar Bungo beri pujian respon positif atas sukses terlaksananya acara silaturahim akbar secara virtual (zoom meeting) hari ini di Hall Sultan Sulaiman Diniyyah Al Azhar (DIAZ) Bungo. Acara yang berlangsung sejak pukul 09,00 sampai pukul 12,00 WIB ini, fokus pada sosialisasi program sekolah dan seputar persoalan santri di asrama. Acara diawali dengan kata sambutan Bapak Direktur Pendidikan Perguruan Diniyyah Al Azhar Bungo Ust. H. Moch Hafizh Elyusufi, S.Pd.I,MM dan dilanjutkan paparan program dari Kepala  MTs dan MA Diaz Bungo.

Bapak Direktur Pendidikan Diaz Bungo Ust H Muhammad Hafizh Elyusufi, S.Pd.I,MM dalam sambutannnya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahim akbar ini bertujuan menyelaraskan pemahaman  program kepondokan dengan para wali santri MTs/MA yang selama terkendala oleh situasi  pandemi Covid 19. Diakui, sejak dimulainya  tahun ajaran baru, pertemuan dengan para wali santri terkendala oleh aturan protokoler Covid sehingga baru dapat dilangsungkan saat ini secara virtual.

“ Ada banyak program terbaik yang sedang kita kembangkan saat ini demi kualitas anak-anak kita, namun belum dipahami secara utuh oleh para wali santri disebabkan belum adanya sosialisasi di masa tahun ajaran baru ini. Dengan momen seperti inilah, kita dapat berbagi informasi antara pondok dan wali santri”, ujarnya. Diakui beliau, beberapa program terbaru yang sedang dikembangkan saat ini adalah telah dimulainya penerapan kurikulum azhari dan kurikulum Cambridge sebagai suatu program unggulan Diaz Bungo..

Kepala MTs Diaz Muara Bungo Eri Rahayu,S.Hum menyambut positif atas segala saran dan masukan dari para wali santri selama sesi tanya jawab berlangsung, terutama bterkait beberapa persoalan kecil yang kerap terjadi di asrama seperti; kehilangan sandal,pakaian, dan persoalan teknis lainnya..

“ Beberapa tindakan pemberian sanksi telah diterapkan bagi santri yang mengambil/memakai barang milik orang lain terkait sandal, dan lainnya. sebenarnya bukan kehilangan tapi seringnya kasus tertukar disebabkan warna dan bentuk yang mirip.  Solusi yang akan diterapkan adalah pembedaan warna sandal per kamar asrama agar terminimalisir  salah paham kehilangan/tertukar sandal,” tukas  Eri Rahayu, perempuan berdarah sunda ini.

Kepala MA Diaz Muara Bungo Sunandar,S.Si dalam paparan virtualnya menyampaikan penekanan visi misi Mts/MA Diaz yang selaras penjabaran visi/misi besar Yayasan menuju World Class Institution tahun 2025. Program-program MTs/ MA secara umum sama, baik kegiatan pembelajaran di kelas maupun di asrama. Begitu juga dengan kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan. Ada 3 tipe kegiatan ekskul yang diterapkan yaitu ekskul Wajib, Ekskul Akademik dan Ekskul Optional. Ekskul Wajib meliputi; Pramuka, PMR, Muhadaroh, Mentoring dan Marching band. Ekskul Akademik meliputi; biologi, fisika, kimia, matematika, geografi, ekonomi, dan kajian-kajian kitab kuning. Sedangkan ekskul Optional meliputi; karate, silat, basket, sanggar sastra, English club, lughotul Arabia, kaligrafi, film pendek, paskibraka, MTQ, dan Tata Boga.

“Seluruh program ekskul adalah bagian penting  pengembangan bakat dan minat santri agar kualitas mereka benar benar matang dalam menghadapi tantangan dimasa depan”, ujarnya

Diakui beliau visi misi Mts dan MA Diaz Bungo, adalah membentuk generasi berkarakter Qur’ani yang bersaing global dengan memadukan pengetahuan agama dan keilmuan modern. Pembinaan minat dan bakat dipersiapkan secara matang. Termasuk juga karakater leadership (kepemimpinan), melalui pengurus OPPD/OSPD dan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) yang telah dilaksanakan sejak 3 tahun terakhir di Malaysia dan Thailand. Begitu juga ada program Open Mind Trip 3 negara untuk membuka wawasan global.

Dalam penguatan pengetahuan agama, kurikulum azhari menjadi ikon arah pembelajaran disamping didukung adanya pembinaan tahfizh berkelanjutan para santri di asrama. Tak ketinggalan penguatan keilmuan modern melalui pembinaan olimpiade sains dan kurikulum Cambridge, bahasa Inggris.

“Bahkan tidak hanya mempersiapkan para santri dalam proses pembelajaran saja, kita juga focus bagaimana para santri dapat diterima di kampus-kampus impiannya baik berskala nasional maupun berskala dunia di Universitas Al Azhar Mesir, Alhamdulillah tahun ini, lulusan santri MA Diaz sudah diterima di Mesir tersebut,” tukas Sunandar bersemangat.

Momen silaturahim akbar secara virtual ini benar-benar telah dimanfaatkan para wali santri guna berbagi persoalan dan solusi. Respon positif, pujian dan bahagia atas terlaksananya kegiatan ini sebagai momen berbagi persoalan di lapangan dan berharap tetap dilanjutkan pada momen-momen berikutnya.

“ Kita sangat mendukung dan apresiasi atas terlaksananya program ini, sehingga para wali santri dapat memahami secara utuh program program yang dikembangkan pondok, dan saya sendiri sangat berharap kurikulum azhari benar-benar terus dipertahakan MOU nya ke depan, agar anak anak kami bisa tembus ke Universitas Al Azhar Mesir”, ujar Sigit, salah satu wali santri kelas 12 MA Diaz Bungo.

singlepost-ic By admin Category: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *